Showing posts with label Bicara Hati. Show all posts
Showing posts with label Bicara Hati. Show all posts

Tuesday, September 30, 2014

Menjelang Oktober 2014.. 

Dah mula letak deadline untuk banyak perkara, antaranya...

1) Tugasan kerja di pejabat
2) Tutup akaun Cawangan
3) Perbelanjaan peruntukan Cawangan
4) Perpindahan ke pejabat baru (T T)
5) Akad Nikah & Walimah...

Allah..Allah...
Ada masanya, rasa penat urus itu dan ini, di kala kekurangan staf di pejabat
Ditambah persiapan diri yang bakal bertukar status tak lama lagi InsyAllah...

Tapi, rasa serabut ini tak boleh dibiarkan lama-lama..
Perlu cepat-cepat pujuk diri "InsyAllah, saya kan ada Allah, Allah kan...ada, jangan takut, Allah sentiasa ada"

Dan yang paling penting juga, Alhamdulillah, syukur...banyak yang Allah telah beri...

Dengar lagu  Najwa Latif, tajuk 'Adamu' di ikim tadi, rasa seolah-olah Allah jawab on the spot 'rasa penat' di hati ni...

Alhamdulillah....

------------------------------------------------------------------------------------------

AdaMu


Merenung ke luar jendela

Melihat kebesaranNya
Mensyukuri segala nikmat
Yang dikurniakan di dunia


Kau berikanku kekuatan

Tuk berpegang pada jalan
Walau penuh dengan cabaran
Ku tahu ku adaMu Tuhan


Kerna kau yang satu

Yang setia bersamaku
Dikalaku jatuhku bangkit kernaMu
Ku tahuku adaMu disisiku selalu
Bantulah hambaMu mencari keredhaanMu
Ku tahuku adaMu
Ku adaMu selalu



Merenung ke luar jendela

Melihat kebesarannya
Walau penuh dengan cabaran
Ku tahuku adaMu Tuhan

Najwa Latif

Monday, September 9, 2013

WANITA: MILIK ALLAH

Ketaatan kepada Allah adalah FOKUS UTAMA kita.

Wanita sekali kali bukan milik lelaki yang disebut Suami, Ayah dan sewaktu dengannya..

Wanita juga menutup aurat bukan kerana ingin menjaga pandangan lelaki !

Wanita memakai tudung, menutup aurat hanya semata-mata atas perintah Allah...

Dalam Alquran, Allah terlebih dahulu menyebut dan memerintahkan agar lelaki menundukkan pandangan dan menjaga diri  menjaga diri mereka sendiri. Kemudian barulah Allah menyebut tentang wanita agar menutup aurat

Firman Allah s.w.t maksudnya : "Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan".

"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya"
(Surah an-Nur ayat 30-31)
Jadi, tugas menjaga alam ini,  keamanan dan memakmurkan alam ini adalah tugas bersama, lelaki dan wanita !
  
Allah letak kedudukan Wanita, adalah setara dan adil dengan lelaki. Setara dan adil tidak bermaksud sama dan serupa, tetapi sesuai dengan keadaan biologi untuk memakmurkan alam ini. Dari segi tugas tujuan dijadikan adalah sama, lelaki mahupun wanita. Di Akhirat nanti akan dihisab berdasarkan Penilaian Allah. Tidak sedikit pun akan dianiaya, baik lelaki mahupun wanita.
 
Dan sesiapa yang mengerjakan amal salih, dari lelaki atau perempuan, sedang ia beriman, maka mereka itu akan masuk Syurga, dan mereka pula tidak akan dianiaya (atau dikurangkan balasannya) sedikitpun.
(Surah An Nisa ayat 124) 



APA TUJUAN HIDUP INI??

Untuk menjadi Hamba kepada-Nya seperti yang disebut dalam Al quran 51:56

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." 
(Surah Adz-Dzariyat: Ayat 56)

Banyak kisah dalam Al Quran yang disebut tentang wanita mampu berjaya meraih cinta Allah dan dijanjikan masuk Syurga seperti...

Kisah Asiah, isteri Firaun
kisah Mariam, ibu Nabi Isa a.s

Dan jangan lupa.....
Bahawa wanita yang berdegil dan derhaka jangan salahkan suami atas ketidaktaatannya, seperti kisah Isteri Nabi Luth yang tidak taat.

Maka, yakinlah bahawa Allah bersama-sama dengan kita, wahai Wanita-Wanita Solehah.. Tanpa lelaki, Kita mampu ke Syurga. Suami adalah tiket atau jalan alternatif untuk kita ke Syurga..

Ada manusia ke Syurga dengan sedekah yang ikhlas...
Ada manusia ke Syurga dengan Solat yang kusyuk...
Ada manusia ke Syurga dengan jihad dan mati syahid...
Dan ada juga wanita yang ke Syurga dengan solat lima waktu, puasa Ramadan, memelihara maruahnya, dan taat  kepada suami...

Andai kita tak ketemu jodoh atau suami di dunia pun.. Allah pasti beri di Syurga nanti.. Syaratnya, raih cinta Allah, redha Allah.. barulah layak ke Jannah

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

وَمَا فِي الْجَنَّةِ أَعْزَبُ
Tidak ada seorang yang membujang pun di syurga
(Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 1736 dan 2006)
 
Oleh itu, fahami diri kita dan kedudukan kita dalam Islam. Allah sayang Wanita sama seperti Allah sayangkan Lelaki..

Jangan pernah rasa cemburu dengan kaum lelaki... 
Kerana kelayakan kita ke Syurga adalah berdasarkan iman dan taqwa kita kepada Allah ! Seperti yan disebut Allah swt;-

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
(Surah Al Ahzab ayat 35)



 

ARE YOU IN A RELATIONSHIP???

Back then, I never really understood when people say “make the Quran your best friend.” To me, it is just a book. In a language I unfortunately do not understand. And growing up, there were so many taboos (pantang-larang) associated with this one book.


“Ablution is compulsory! (Wajib berwudhu!). 
Wear your praying garments!  (Pakai telekung!). 
Read only on your praying mat! (Mengaji atas tikar sejadah!). 
Put it on the top most cupboard! (Letak atas almari paling tinggi!). 

Do not be in contact with it when you are on vacation!”  And I am not talking about the literal vacation.


Thus I wondered, how on earth is one supposed to be in this “madly-in-love” relationship if one is only allowed to see it five times a day, in a position one might not be comfortable with (Duduk bersila masa mengaji!) and....
 one cannot be in contact with it when one is on vacation. Do you know that one is in her worst murderous mood when she is on vacation? Again, I am not talking about the literal vacation.


So yes, I never really understood when some people say “make the Quran your best friend.” (T T)


My curiosity towards the concept of turning your Quran into something more than just a holy book began when one of my favourite authors wrote “All the verses in the Quran are like personal love letters from God to us.

[1] This single statement struck a chord inside me. All this while I thought the sole purpose of completing the recitation of the Quran (mengkhatamkan Quran) was so that we could have a khatm Quran ceremony. 

 It was just one of life’s goals to achieve. “You have to finish reading your Quran before you turn 12!”. And once the ceremony is over, so is our connection with the Quran. 

We missed out on the chance to bond with our Quran. 
We missed out on the opportunity to make the Quran as our best friend, the one that will help us get through our trials in life, through sadness and downfalls. 
The one that will remind us not to forget to thank Allah when something good comes our way or to remind us that we have a purpose in this life, that we were not born or placed on this earth to grow, eat, sleep, work, get married, produce offspring and die peacefully. Because if these are what we are only doing, what differentiates us from the animals then?


A couple of years ago I met two women who changed my entire view on this matter. 

These two inspiring women taught me and guided me on how to commit myself to a relationship like no other. That it is not too late for me to chase after the Quran and make it my best friend. 

Just like how you have to know someone to be in love with someone, the same concept is applied in wanting to be in a relationship with your Quran.


Two years and with this relationship growing strong, I have found some tips and tricks that have helped me in learning how to connect with the Quran. My Quran.


 

10 Easy Steps To Kick-start Your Relationship


(Disclaimer : Tips shared are from a newbie for a newbie who intends on learning how to fall in love with the Quran. Quran here refers to the copy of Quran Translation. The writer acknowledges that there are certain Adab (أدب‎) / Islamic etiquettes that have to be maintained when dealing with a copy of a proper Quran / kitab / mushaf or مصحف  (non-translation).


1. The first step is to go out there and get a decent copy of the translation of the Quran in a language you are most comfortable with : Malay, Indonesian, or even English.  

Let’s face it, Arabic is not our mother tongue (in Malaysia it is not). If you want to make this relationship work, you have to start with the basic. 

This can only be done with a copy of a Quran’s translation. Unless you are fluent in Arabic, you will not be able to understand a single thing Allah is trying to tell you in the Quran. 

It will become something that you read for the sake of completing reading it. Not because you truly want to know what Allah is trying to tell you.

1

Image courtesy of Google


2.  Step 2 is optional but probably one that you are going to love. 

Get yourself a handbag that will fit your Quran translation. 

I remembered going to a program in Masjid Al-Mukhlisin, Cheras, where the speaker told us that when women are choosing a bag to buy, they never considered the “Will this bag fit my Quran?” requirement.

 We usually think and consider whether the bag will fit our purse, our keys, our praying garments, our makeup bag but never the Quran. 

This being said, it does not mean you now have to chuck away all those bags you currently have and get new ones just because those bags could not fit your Quran.

What I am trying to emphasize is not to forget the requirement mentioned above the next time you are out on a quest for a new bag.


3. Step 3 is a continuation from step 2. Guys reading this are probably thinking, “What does buying a bag has anything to do with reading the Quran? That is typical of a girl to use any kind of excuse to justify herself into buying a handbag.

 Well, hold your horses guys. The only reason I mentioned step 2 is because in step 3, you are required to bring your Quran with you wherever you go. EVERYWHERE you go, always have your Quran with you. 

When you go to school, when you go to work, when you are out for leisure purposes, never leave the house without your Quran.  

Why? Because at any chance you could possibly get, read the Quran. You are waiting for your bus? Read the Quran to kill time. Waiting for your friends at that cafe you love to hang out together? Read the Quran over your favourite cup of mocha. Stuck in a traffic jam on your way to work? Read the Quran.


In movies, there is always a character, a girl who is sitting alone deeply engrossed in her copy of Jane Austen’s Pride and Prejudice. 

There is something somewhat very mysterious about her, as if she is one of a kind. But we rarely see anyone here reading the Quran while waiting for her train at the train station or even when enjoying an afternoon in the park. Be that one-of-a-kind person. 

Change the “you-can-only-read-your-Quran-privately-in-your-home” culture !


   read

Images courtesy of Google



4. Go crazy and wild with your Quran.

 I am talking about sticky notes, highlighters, scribbling on the pages of your Quran with new things you have learned about.

There are words of wisdom, motivational quotes so profound it will put that “bowl of soup for the soul” book series to shame. 

There are Quranic verses that tell you about the rewards of Jannah and the wraths of Jahannam. There are stories for you to take lessons from (the story of Ashab e Kahf from Surah Al-Kahf, chapter 18 and the story of Prophet Yusuf from Surah Yusuf, chapter 12.) 

There are verses so beautifully composed and rhymed as though it is a poetry written especially by Allah for you that your heart breaks softly when you read it (Surah Ar-Rahman, chapter 55). 

The list of exciting things you will encounter with the Quran goes on and on. Trust me, it will be one exploration that you will have the most fun with.  Go crazy with your Quran. Go wild in exploring your Quran.
 

For me, my most favourite part of getting to know the Quran is when I stumble upon supplications of the prophet and the believers. 

Mark them. Try to memorize them. Do not let your Quran be that book kept prim and proper on your bookshelf, the pages pristine white because you fear of writing anything on it.

IMG_0954[1]

Image courtesy of www.anne-mishi.blogspot.com [3]



 6. Highlight frequently read phrases to familiarize yourself with the beautiful sayings of the Quran. La tahzan (Don’t be sad = لا تحزنا) or Afala Ta’qilun (Do you not think? =  افلا تعقلون) are some of the example of phrases mentioned numerous times in the Quran that you cannot help but notice it. 

Take note of it so that the next time you see it, you would be able to recognize it and you would get that sense of familiarity and feel as if you are personally connecting with the Quran.


7. Know the benefits of reading the Quran

The more you know about the benefits that you will reap, the more you want to spend time with it. The rewards of reading and reciting the Quran are many. An authentic hadith in At-Tirmidhi states:

Whoever reads a letter from the Book of Allah, he will have a reward. And that reward will be multiplied by ten. I am not saying that “Alif, Laam, Meem” is a letter, rather I am saying that “Alif” is a letter, “laam” is a letter and “meem” is a letter.” So increase your recitation of the Qur’an to gain these merits, and to gain the following merit as well.


In another hadith, ‘Aa’ishah, may Allah be pleased with her, relates that the Prophet Muhammad S.A.W said:


Verily the one who recites the Qur’an beautifully, smoothly, and precisely, he will be in the company of the noble and obedient angels. And as for the one who recites with difficulty, stammering or stumbling through its verses, then he will have TWICE that reward.” [Al-Bukhari and Muslim]


Apart from that, another advantage of being best buddies with your Quran is that it will become your saviour on the day of judgement. In a hadith narrated by Abu Umamah, he said that he heard Allah’s Messenger S.A.W say:


Recite the Qur’an, for on the Day of Resurrection it will come as an intercessor for those who recite it. [Sahih Muslim Hadith 1757]   


8. Personalize your Quran.

Qurans nowadays are printed and published in so many different designs and colours. 

Get one that matches your personality. 

Pink, red, green, leather bound, hard cover bound. 

Make some fancy cover for your Quran. I know some will argue by saying it is the act of reading and reciting the Quran that matters, not whether the cover matches your bag or the colour of your hijab.

But if these things help motivate you, help get you excited about opening your Quran and reading it, I say “Why not!”.

 If one could constantly upgrade the accessories of one’s smartphone, what is wrong with doing the same with one’s Quran?


995110_10201182908792338_1311340387_n

 Image courtesy of Facebook [4]



 9. Take it a step further. If is not merely enough that you upgrade the “external” aspect of your Quran. 

Enrol yourself in a tafseer class.

 Learn with teachers and scholars that can deepen your knowledge and understanding about the verses of the Quran. 

Then take it another step further : Enrol yourself in an Arabic class. It will do you wonders. Often times I get really envious of a person whom upon reading a verse of the Quran, burst into tears because he or she actually understands what was being read. He or she knows how terrifying Jahannam is and how beautiful Jannah is described. Unfortunately, the rest of us do not have the same effect and we could only blame it on our lack of proficiency in Arabic.


10. The final tip : Istiqamah. To be steadfast. 

Strive to always be in the company of the Quran. Strive to read the Quran every single day.

 Treat the habit as though it is a supplement, a vitamin to nourish your soul (a sister I know calls it her Vitamin Q). 

Start small. For the beginners, start by reading a page each day and keep adding as you feel you are spiritually progressing. It is not about finishing the race (to complete the reading of the Quran).

 It is about enjoying the journey at your own pace. To feel how the verses of the Quran will change you.


.....So there you go. I really hope you benefit from these ten tips as much as I have. Also a point to always remember is to never stop making du’a to Allah to help ease your journey with the Quran. I ask Allah to enter the Quran into our hearts and to let us turn to the Quran before anything else. I also ask Allah to make you and I amongst those who “speak” the Quran. I am reminded of what Ustadh Nouman Ali Khan once said in his lecture[6], “Before you want Quran to be your companion on Judgement Day, you have to first be its companion here in this life.”

So my question to you now is : Are you ready to be in this special relationship?


 By,
copy from The Girl with The Pink Quran 
MIZAN WEBSITE

Wednesday, May 8, 2013

Akhlak Kita Dengan Al Quran

Alkisah…

Ketika menghadiri kuliah maghrib, Kak Aini sibuk bermain telefon bimbitnya.

Ustaz Mustafa yang sedang memberikan kuliah sempat memperhatikan gelagat Kak Aini.
“Yang sedang bermain handphone, boleh saya tanya, di mana Quran kamu?” tanya Ustaz Mustafa.

Kak Aini cepat-cepat menyimpan handphonenya dan gelabar mencari buku Qurannya.

Tak jumpa.

Kak Aini melihat ke kiri dan ke kanan tak jumpa.

“Tadi saya ingat saya bawa. Ke saya terlupa tertinggal dalam kereta?” bisik Kak Aini.
Malu, Kak Aini cepat-cepat bangun dan ingin pergi ke keretanya untuk mencari Quran.
Bangun sahaja, buku Quran Kak Aini terjatuh ke lantai.

Rupanya buku itu ada di poket. Kak Aini gelabah tadi ketika Ustaz Mustafa bertanya sehingga terlupa dia masukkan buku Quran kecilnya ke dalam poket semasa mengeluarkan HP tadi.

Ustaz Mustafa tersenyum.

“Zaman sekarang – inilah soalan yang paling mudah dijawab. ‘Di manakah handphone antum?’ – Kita tahu di mana handphone kita kerana ia digunakan untuk menghubungkan kita dengan dunia dan orang-orang, sahabat-sahabat dan keluarga kita.

Sekarang soalan paling susah ialah – ‘Di manakah Quran kamu?’ Setiap orang miliki satu Quran.

Quran menghubungkan kita dengan Allah, mengingatkan kita tentang akhirat, dan mereka-mereka yang soleh di akhirat yang kita sepatutnya selalu mengingati. Tapi ramai yang tidak mengingati di mana Quran mereka.

Berilah perhatian lebih kepada Quran sekalian daripada handphone sekalian, ya."
kata Ustaz Mustafa sambil meneruskan ucapannya.


Cerita pendek untuk renungan kita bersama

Dah berapa lama tak baca Quran?
Senyum

------------------------------------------- 

Bila sebut tentang akhlak kita dengan al quran, saya suka sebut dan insyAllah sentiasa sebut...

Tentang ustazah yang mengajar saya mengaji ketika ini- Ustazah Mardhiah
(Kalau ustazah sedang baca ini, saya harap Ustazah halalkan ilmu ustazah dan saya bercadang untuk  kongsi yang pengajaran yang baik saya dapat daripada ustazah ya)

Sebelum ini, saya pandang ringan adab dengan al Quran. 

Kadang-kadang bila membacanya, tidak tutup aurat dengan sempurna. Wuduk pun ada masa tak diperbaharui bila nak mengaji.

Kemudian, bila mula belajar mengaji semula, Ustazah yang mengajar banyak tunjukkan adab mengaji. 

Ustazah tidak sebut secara nyata.. tapi Alhamdulillah, Allah beri peluang untuk 'nampak' nilai ilmu apabila bertalaqqi terus dari guru.

Sebab nampak contoh guru 'sebenar'- tak sama menuntut ilmu melalui internet, televisyen...

Saya lihat, setiap kali ustazah nak mengajar, ustazah akan pakai lengkap berjubah. Elok menutup aurat. 
(kalau guru mampu ikut peratuaran dan berakhlak, saya seharusnya ikut apa yang ditunjukkan oleh guru)

Duduk dengan tenang

Walaupun anak-anak ustazah sangatlah riang-ria berkejar-kejaran dalam rumah, tapi ustazah akan pastikan anak-anak tidak duduk di sofa berdekatan kami (sebab saya mengunakan rehal & duduk di lantai). 

Ustazah akan tegur  "Al quran di bawah, jangan duduk atas sofa, sebab kedudukan badan lebih tinggi dari kaki"

Kesannya, di rumah, saya sentiasa cuba letakkan al quran di tempat tinggi. Selesai mengaji, terus susun di rak. Tidak tangguh-tangguh letak di meja belajar.

Sebab, kerap teringat pada Ustazah bila nampak Al quran.




Terima kasih Ustazah sebab sudi terima saya jadi murid Ustazah

Tuesday, May 7, 2013

Bersedekahlah Untuk Dirimu Sendiri


Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Kali ni saya nak kongsikan hadith yang dibincangkan oleh sahabat usrah saya, Miza. 

Betul menarik !

Tentang Hadith-40 Imam Nawawi. Miza menyentuh Hadith ke-25 yang berbunyi-


Dari Abu Dzar radhiallahuanhu: Sesungguhnya sejumlah orang dari shahabat Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam berkata kepada Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam
“Wahai Rasululullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka solat sebagaimana kami solat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya). 

(Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam) bersabda: Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah? 

Sesungguhnya setiap tashbih  merupakan sedekah,
setiap takbir merupakan sedekah, 
setiap tahmid merupakan sedekah, 
setiap tahlil merupakan sedekah,
amar ma’ruf nahi munkar merupakan sedekah 
dan setiap kemaluan kalian merupakan sedekah.

Mereka bertanya: Ya Rasulullah masakan dikatakan berpahala seseorang di antara kami yang menyalurkan syahwatnya? 
Beliau bersabda: Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan yang haram, bukankah baginya dosa? Demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka baginya mendapatkan pahala. [Hadis Riwayat Muslim]


Subhanallah...........
Indahnya Islam ini, buat apa sahaja dari sekecil-kecil mengucapkan Alhamdulillah itupun dikira sedekah dan berpahala !
Terang dan jelas Allah sebut juga dalam Al-Quran:-

Maksudnya : "Barangsiapa mengerjakan kebaikan walau sebesar zarah pun, nescaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan walau sebesar zarah pun, nescaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” (Surah Az-Zalzalah ayat 7-8)


Agaknya, kenapa ya penting sedekah ni? Sebelum-sebelum ini saya selalu anggap sedekah ni tak lain hanyalah sekadar 'memberi' seperti yang pernah saya nyatakan di  entri ini.

Rupanya, kita bersedekah ini juga untuk diri kita sendiri. Ha, bagaimana pula tu?
Sebagaimana dikisahkan dalam sebuah hadis. Rasulullah sallalahu a'laihi wassalam pada suatu ketika menyembelih seekor kambing. Oleh isterinya Siti Aisyah, daging kambing tersebut dibagi-bagikan kepada para sahabat dan tetangganya. 

Ketika Rasulullah bertanya tentang daging kambing tersebut, dijawab oleh Aisyah, "Ini ya Rasulullah, tinggal sempilnya (kaki kambing) yang tersisa, semua sudah habis dibagi-bagikan." Mendengar itu. Rasulullah bersabda, "Oh, bukan begitu, wahai Aisyah. Sesungguhnya semuanya ada dan tetap untuk kita, kecuali kakinya ini yang belum tentu akan menjadi rezeki kita"
 
Ha... Sebabnya, yang telah disedekahkan pada orang lain itu, telahpun dicatat oleh malaikat sebagai PAHALA dalam BUKU AMALAN KITA !  Sedangkan harta yang sedia ada pada tangan kita sekarang belum tentu jadi pulangan pahala kepada kita. Selagi ia disimpan, selagi itu 'tiada nilai pahala' pada harta itu.

Malah, jam yang kita pakai sekarang pun, kalau ditakdirkan Tuhan kita mati esok, maka sudah pastinya jam itu akan dibahagikan mengikut faraid di kalangan waris yang masih hidup.  Jadi, yang mana satu yang kita berani isytiharkan 'hak' kita ???

Harta dan wang kita yang sedia ada, ketika  kita hidup ni, ia tidak lebih dari sekadar harta pandangan fizikal seperti  wang yang disimpan di bank,  kereta yang kita sedang guna, rumah yang sedang kita duduki dan sebagainya bukanlah milik kita pada pandangan ALLAH... ia adalah 'amanah' yang dipertangungjawabkan !

Kecualilah, harta benda kita itu,  kita siap sedia nafkahkan, wakafkan dan sedekahkan... barulah ia benar-benar 'milik' kita. Milik kita yang kita akan bawa jumpa kepada Allah nanti di Hari Pembalasan


https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/734475_4778227295789_2095023237_n.jpg

Thursday, April 11, 2013

Kasut dan Kehidupan




Muslim Malaysia pergi ke masjid akan tukar kasut/selipar mahal kepada kasut/selipar murah kerana takut dicuri dan berterabur manakala Muslim di NaJiaHu, China pergi ke masjid memakai kasut termahal mereka lalu disusun rapi di hadapan masjid tanpa risau dicuri.

Setiap waktu solat fardhu dipenuhi hampir 200 jemaah yang terdiri dari majoritinya adalah warga emas dengan yang paling tua adalah 97 tahun. Mereka juga datang awal 30-45 minit sebelum solat fardhu.

Subhanallah, lihat bagaimana akhlak mereka terutama di Masjid. Cuba lihat cara mereka menyusun kasut, kebanyakannya ia terbalik berbanding kelaziman. Maksudnya, sebaik sahaja mereka keluar dari pintu masjid, kaki mereka terus menyarung kasut berkenaan tanpa perlu pusing badan.

Cara ini sedikit sebanyak menjimatkan masa dan mengelakkan mereka berlaga badan sesama sendiri.

Moralnya, Jika setakat kasut pun tidak dapat disusun rapi, bagaimana kita ingin menyusun kehidupan kita berpandukan Quran & Sunnah? Big things happen when small things done right...



Disalin kembali dari Facebook Firdaus Wong Wai Hung (klik sini)



Bacalah Dengan Nama Tuhan-MU Yang Menciptakan

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang,

Alhamdulillah, dapat sahabat yang sering mengingatkan diri ini yang banyak lupa. Saya kongsikan perkongsian Keluarga Usrah Al- Mukhlisin Saya, tentang perlunya usaha untuk BACA AL QURAN DENGAN BAIK DAN MEMAHAMINYA

Terima Kasih untuk Adik Umi Yang baik Hati Sudi menuliskan teks yang panjang ini di FB beliau. Saya hanya panjangkan ia di sini.

-------------------------------------------
Ilmu yang dikongsikan ini adalah hasil daripada menonton slot "Kuliah Solat" di Tv al-Hijrah dan ditambah sedikit mengikut ilmu yang saya ada. Moga bermanfaat InsyaAllah.



PENTINGNYA MEMAHAMI AYAT-AYAT AL-QURAN
 
Kita sering bertanya kepada orang, "berapa kali awak dah khatam Al-Quran?" dan kita sering memasang "target" untuk khatam Al-Quran beberapa kali dalam sebulan, setahun dan sebagainya. Tapi kita lupa, mehamami Al-Quran itu sangat penting.

Sebagaimana kata Ibnu Qayyim:

"Membaca satu ayat dengan tafakur dan memahami bersungguh-sungguh lebih baik daripada membaca satu kali khatam tanpa memahaminya"

Bahkan Allah sendiri pernah menyuruh Rasulullah s.a.w supaya membaca Al-Quran dengan cara "slow n steady".

Allah bersabda dalam surah Al-Qiyamah ayat 16:

"Janganlah engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Quran) kerana hendak cepat-cepat menguasainya"

Bacalah Al-Quran dengan tajwid yang betul dan fahamilah apa yang dibaca. Fenomena kebanyakan umat Islam sekarang kerap berpegang kepada ayat "Tak faham tak mengapa, yang penting baca Al-Quran". Betul, yang penting kita baca Al-Quran tapi bukan memegang ayat "Tak faham tak mengapa". Jangan! Takut-takut kita ini berada dalam satu golongan yang disebut dalam satu hadith

"...Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang muda-muda umurnya, pendek akalnya. Mereka mengatakan ucapan sebaik-baik manusia. Mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka......" (
riwayat Al Bukhari dan Muslim)

Melewati kerongkongan bermaksud bacaan Al-Quran itu tidak sampai ke hati. Apa yang dibaca hanya sekadar bacaan. Sepertimana burung kakak tua yang mengikut-ikut cara percakapan tuannya tanpa memahami apa yang diperkatakan. Dalam Al-Quran itu mengandungi ilmu dan pengajaran bagi sesiapa yang memahami dan mengamalkan. Baca tanpa memahami adalah sia-sia.

Sebagaimana kata Mu'az bin Jabal (dari riwayat Ad-Darimy)
"Al-Quran akan usang di dalam dada beberapa kaum sebagaimana usangnya pakaian...Mereka berlumba membacanya, namun mereka tidak merasa nikmat dan lazat membacanya. Amalan mereka hanyalah ketamakan"

Tamak dalam beramal adalah dengan cara berlumba-lumba mengejar kuantiti bacaan Al-Quran dalam sehari/sebulan/setahun. 


Banyak kuantiti tetapi tiada kualiti. Biarlah kita menjadi sesuatu yang berkualiti walaupun bacaannya tidak mencecah puluhan kali khatam Al-Quran. 

Membaca Al-Quran biarlah ada peningkatan. Dari tidak rajin/tidak tahu membaca, kita rajin/tahu membaca. 

Dari tahu membaca, kita perbetulkan bacaan dengan tajwid yang betul. Dari tajwid yang betul, fahamilah apa yang dibaca kemudian amalkan.

Analoginya, waktu kecil kita dididik untuk belajar mengenal huruf, bermula dengan A,B, C hingga ke huruf Z. Selesai mengenal huruf, kita disuruh membunyikan huruf dengan pergabungan beberapa huruf seperti "MA" "PA" "DA" . 


Selepas itu kita mula boleh membaca satu perkataan,satu ayat, satu muka-surat hinggalah habis satu buku. Bila sudah pandai membaca, pelbagai perkara dapat difahami. Masuk pula ke sekolah rendah, sekolah menengah, dan universiti.

Dari perkara asas, ilmu bertambah kepada perkara lebih mendalam dan akhirnya lahirlah seorang doktor, peguam, ustaz, ustazah..dan pelbagai pekerjaan. 

Dengan peningkatan dan pemahaman ilmu, kita menjadi orang yang lebih baik. Bahkan, untuk mengejar kenaikan pangkat, kita perlu menjalani peperiksaan untuk menguji kefahaman, atau mengambil kelulusan pendidikan yang lebih tinggi.

Andaikan, kita hanya belajar mengenal huruf A,B,C...Z tanpa sebarang peningkatan dan penambahan ilmu, adakah kita boleh menjadi apa yang kita jadi sekarang? Seorang doktor tidak lahir hanya dengan mengetahui huruf A, B dan C sahaja.



KENALI DIRI DENGAN CARA MENSOALKAN DIRI SENDIRI

Seorang ustaz tidak mampu mengajar anak muridnya jika dia tidak memahami dan menambah ilmunya.

Sama seperti Al-Quran. Jika kita hanya tahu membaca tapi tidak langsung memahaminya, bagaimana Al-Quran itu dapat menjadikan kita Muslim/Muslimat yang lebih baik?

Kalau dalam bidang pekerjaan, kita sering merungut "tiada kenaikan gaji" walaupun sudah 5-6 tahun bekerja, kenapa pula kita mampu berlapang dada bila "tiada kenaikan/peningkatan dalam bacaan Al Quran" walaupun sudah berpuluh-puluh tahun kita hidup?

Jom fahami isi kandungan Al-Quran untuk menjadikan kita muslim/muslimat terbaik! InsyaAllah. Bukan "tak faham tak apa, yang penting baca" tapi "2 muka surat pun takpelah, yang penting faham!"

Ayat yang paling terkesan pada saya dalam kuliah solat yang disampaikan adalah apabila beliau mengatakan "Jangan tanya berapa kali kita boleh khatam Quran pada bulan ini, tahun ini tapi tanyakan pada diri kita, berapa kali kita menangis ketika membaca Al-Quran"

"Berapa kali kita menangis ketika membaca Al-Quran" 


Soalan yang mampu membuat kita terdiam dan berfikir. Mungkin sekali, mungkin 2 kali atau mungkin kita tertanya-tanya "Ada ke aku menangis bila baca Al-Quran?"

Betul, Islam itu Mudah, Tapi Jangan Mengambil Mudah!

Wallahua'lam

Sila Tunggu, Talian Anda Akan Disambung Sebentar Lagi.


 Pernahkah anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini?
 "Terima kasih, Anda telah menghubungi ALLAH"
 Tekan 1 untuk 'meminta'.
 Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'.
 Tekan 3 untuk 'mengeluh'.
 Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."

Cuba bayangkan.. ALLAH SWT mengenakan bayaran nikmat udara, organ dan  pancaindera setiap  per saat kita??

Atau....
 Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:
 "Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah sabar menunggu. Panggilan anda akan dijawab berdasarkan urutannya"

Atau...
 Pernahkah anda bayangkan bila pada saat berdoa, anda mendapat respons seperti ini:
 "Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat"
 Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail,
 Tekan 2. Dengan malaikat lainnya,
 Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,
 Tekan 4. Untuk jawapan pertanyaan tentang hakikat syurga & neraka,sila tunggu sampai anda tiba di sini!!

Atau...
 Mungkin juga Anda mendengar ini :
 "Sistem kami menunjukkan bahawa Anda telah satu kali menelefon hari ini. Silakan cuba lagi esok"

Atau...
 "Pejabat ini ditutup pada hujung minggu. Sila hubungi semula pada hari Isnin selepas pukul 9 pagi."

Alhamdulillah... Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelefon-Nya setiap saat!!! Anda hanya perlu untuk memanggilNya bila-bila saja dan Dia mendengar anda. Kerana bila memanggil Allah,tidak akan pernah mendapat talian sibuk. Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara peribadi.

Ketika Anda memanggil-Nya, sila gunakan nombor utama ini: 24434
 2 : solat Subuh
 4 : solat Zuhur
 4 : solat Asar
 3 : solat Maghrib
 4 : solat Isya

Atau untuk lebih sempurna dan lebih banyak afdhalnya, gunakan nombor ini : 28443483
 2 : solat Subuh
 8 : solat Dhuha
 4 : solat Zuhur
 4 : solat Asar
 3 : solat Maghrib
 4 : solat Isya
 8 : Solat Tahajjud atau lainnya
 3 : Solat Witir

Maklumat terperinci terdapat di Buku Telefon berjudul "Al Qur'anul Karim & Hadis Rasul"

Di saat cuma 'kebendaan' di dunia menjadi naik harganya..belum bererti nilai nya juga tinggi..sebagai contoh nasi lemak dahulu hanya berharga 0.60sen..tetapi sekarang dengan kuantiti nasi, sambal dan ikan bilis yang sama harga mencecah RM1 ke RM1.50 sebungkus... bukankah kita membayar lebih atas perkara yang sama jumlahnya seperti 5, 6 tahun dahulu.

 
ALLAH ADALAH TALIAN HAYAT

Tetapi tidak bagi RAHMAT dan KASIH SAYANG ALLAH SWT.  Walaupun kita masih melupakannya dan lalai pada perintahnya namun rahmat Allah swt tidak pernah putus dari kita.

Malah diberinya kita segala nikmat sama seperti sebelum kita melakukan dosa. Tiada pula 'caj tambahan' kerana menggunakan lebih apa yang sepatutnya. Bahkan bertambah kasih sayang Allah swt  jika kita bertaubat dengan sesungguhnya walaupun dosa kita sebanyak buih di lautan!!

Talian terus , tanpa Operator, tanpa Perantara, tanpa bil.. Nombor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah talian hunting yang tak terhingga dan dibuka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun!!! Sebarkan maklumat ini kepada orang-orang di sekeliling kita. Mana tahu mungkin mereka sedang memerlukannya...

Allah Rancangkan Yang Lebih Baik Untukmu..


Boleh jadi sesuatu yang kamu benci itu sangat baik bagi kamu (sementara) yang kamu sukai mungkin tidak baik bagi kamu. Dan Allah mengetahui tetapi kamu tidak mengetahui.
[al-Baqarah, 2:216]

Perhiasan Dunia: Nikmat atau Ujian ??


Sesungguhnya Kami telah jadikan apa yang ada di muka bumi sebagai perhiasan baginya, kerana Kami hendak menguji mereka, siapakah di antaranya yang lebih baik amalnya. ( Al- Kahfi:7)

Sudah Terlambat




Firman Allah SWT maksudnya : "Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"
(Surah Al-An'Am ayat 32)



Allah Lebih Mengetahui Apa Yang Terbaik Bagi Kita


Boleh jadi sesuatu yang kamu benci itu sangat baik bagi kamu (sementara) yang kamu sukai mungkin tidak baik bagi kamu. Dan Allah mengetahui tetapi kamu tidak mengetahui.
[al-Baqarah, 2:216]

Tuesday, August 28, 2012

Kehidupan & Kereta & Taubat

Teringat Ustaz Muhammad al Amin dalam slot di Ikim baru-baru ni...

kata Ustaz..


"Hidup ini PINJAMAN daripada ALLAH SWT...perlu dipulangkan apabila masanya. 


Analoginya, kalau kita pinjam kereta (kehidupan) daripada seseorang. Tuan Punya Kereta (Allah) beri kereta baru, cantik, minyak penuh dan mahal kepada kita. Jadi kita sebagai peminjam HARUS BERTANGGUJAWAB atas kereta yang telah diamanahkan kepada kita.."

ANALOGI: Pinjam kereta dari seseorang

Kereta pinjam contohnya (hakikatnya Allah Swt beri kita nikmat kehidupan yang ternyata lebih baik daripada contoh kereta di atas.


Tujuan manusia dijadikan adalah untuk jadi Hamba dan khalifah-NYA di bumi ini
 
Tapi secara sedar dan tidak, kita selalu-selalu sangat melakukan kesilapan dalam kehidupan. 

Seperti kereta yang dipinjam tadi.. kita telah buat sesuatu pada kereta itu, contohnya berlaku kemalangan ( Kesilapan & Dosa) pada kereta tadi.

Apakah kita nak pulangkan kereta yang dipinjam tadi dalam keadaan kemek dan tak ada minyak, kepada tuannya?? sudah pasti tidak... macam gambar di bawah



Pasti kita paling kurang pun untuk tebus kesilapan, kita akan perbaiki kemek pada kereta itu, hantar pada mekanik untuk buat apa yang patut dan isi semula minyak bagi penuh. Tak gitu? dengan harapan, tuan punya kereta tak marah sangat pada kita.

Begitulah juga keadaannya kalau Allah nak ambil semula kehidupan kita nanti bila maut menjemput.. 

Adakah 'kita' nak pulangkan dalam keadaan 'kemek, rosak dan buruk kepada Allah'??
sudah pasti tidak, bukan??

Maka, cara nak betulkan kerosakan dalam kehidupan yang telah diberi oleh Allah swt Adalah dengan cara, BERTAUBAT BERTAUBAT BERTAUBAT KEPADA ALLAH SWT.. 

Mudah-mudahan Allah swt ampunkan kita, maafkan kita dan terima taubat kita...Supaya kita dapat 'pulang' kepada Allah dengan keadaan 'yang sebaiknya' iaitu Husnul Khatimah.